ANALISIS FRAMING TENTANG MAKNA “PELAKOR” PADA FILM WEB SERIES LAYANGAN PUTUS
DOI:
https://doi.org/10.37638/sengkuni.4.2.189%20–%20194Keywords:
Komunikasi, Film dan media ABSTRACTAbstract
Perkembangan teknologi semakin pesat, kebanyakan memunculkan berbagai media. Salah satunya adalah film, film merupakan hiburan bagi masyarakat dan memberikan banyak pesan. Penelitian ini membahas pelakor di film web series Layangan putus. Yang menceritakan tentang perselingkuhan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tentang pelakor pada film layangan putus. Dalam penelitian ini Menerapkan teori analisis framing model Framing Model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Yang dalam teori ini memiliki tujuan Analisis framing merupakan salah satu alternatif model analisis yang dapat mengungkap rahasia dibalik sebuah perbedaaan bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis framing dipakai untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai oleh media. Dengan metode penelitian dari penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan objek penelitian analisis framing tentang makna pelakor film web series Layangan putus. Dan subjek dari penelitian ini adalah Film Layangan putus yang dirilis pada tahun 2021.References
Ardianto, Elvinaro dan Lukiati E. Komala. 2005. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.
Bungin, Burhan. 2008. Konstruksi Sosial Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Cangara, Hafied. 2016. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Karlina, Siti dan Betty Soemirat. 2007. Komunikasi Massa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rahmat, Jalaludin. 2008. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya











