SURVEI KEPUASAN PELAYANAN ADMINSTRATIF DESA DESA PEKIK NYARING KABUPATEN BENGKULU TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.37638/sengkuni.7.1.47-58Keywords:
administratif, desa, survei, kepuasan, pelayananAbstract
: Tujuan survei ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan warga terhadap pelayanan administrative desa oleh Pemerintah Desa Pekik Nyaring pada tahun 2025. Survei ini dilakukan dengan menggunakan teknik sampel acidental kepada 30 orang responden yang terdiri dari masyarakat Desa Pekik Nyaring yang pernah menerima pelayanan administratif desa. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner dengan 10 pertanyaan yang diajukan yaitu persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan, kecepatan pelayanan, biaya/tarif pelayanan, kesesuaian produk pelayanan yang sesuai standar, kemampuan atau kompetensi petugas pelayanan, prilaku petugas pelayanan, sarana dan prasarana pelayanan, penanganan pengaduan saran dan masukan dan kenyamanan lingkungan, serta keamanan pelayanan. Untuk mengukur kepuasan digunakan empat kategori yang menjadi indeks pengukuran yaitu sangat puas, puas, kurang puas dan tidak puas. Dari hasil survei tentang kepuasan pengguna pelayanan di Desa Pekik Nyaring mengungkapkan bahwa hasilnya adalah Puas, dengan skor Indeks yaitu 77,35. Berdasarkan hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa pekik nyaring untuk dapat mempertahankan unsur-unsur pelayanan yang ada dan sudah baik dan sangat baik serta dapat memperbaiki unsur-unsur pelayanan yang ada untuk menjadi lebih baik lagi di tahun selanjutnya dalam memberikan pelayanan administratif desa yang prima.
References
Gomez, R. & Edgar, A. (2019). Open government and citizen participation: Perceptions between civil society organizations and government. EJournal of EDemocracy and Open Government, 11(2), 1–13. https://doi.org/10.29379/jedem.v11i2.539
Hansson, K., Belkacem, K. & Ekenberg, L. (2015). Open Government and Democracy: A Research Review. Social Science Computer Review, 33(5), 540–555. https://doi.org/10.1177/0894439314560847
Heny, A. & Nurdin, M. (2018). Menuju Pemerintahan Terbuka (Open Government) Melalui Penerapan E-Government. Jurnal Manajemen Pemerintahan, 1–17.
Khan, Z. T. & Johnson, P. A. (2020). Citizen and government co-production of data: Analyzing the challenges to government adoption of VGI. Canadian Geographer, 64(3), 374–387. https://doi.org/10.1111/cag.12619
Moon, M. J. (2020). Shifting from Old Open Government to New Open Government: Four Critical Dimensions and Case Illustrations. Public Performance and Management Review, 43(3), 535–559. https://doi.org/10.1080/15309576.2019.1691024
Sorrentino, M., Sicilia, M. & Howlett, M. (2018). Understanding co-production as a new public governance tool. Policy and Society, 37(3), 277–293. https://doi.org/10.1080/14494035.2018.1521676
Suci Pratiwi, C. (2020). Implementasi E-Government Pada Situs Web Pemerintah Menuju Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Open Government Di Provinsi Jambi. Jurnal Khazanah Intelektual, 2(1), 109–126. https://doi.org/10.37250/newkiki.v2i1.18
Thomsen, M. K., Baekgaard, M. & Jensen, U. T. (2020). The Psychological Costs of Citizen Coproduction. Journal of Public Administration Research and Theory, 30(4), 656–673. https://doi.org/10.1093/jopart/muaa001
Zulfikar, A. (2018). Open Government Partnership in Indonesia. May, 1–11. https://doi.org/10.31227/OSF.IO/E87BZ
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ALIMANSYAH, Qori Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











