Implementasi Komunikasi Efektif Berbasis Gender dalam Interaksi Layanan Publik di Kantor Camat Kabupaten Solok Selatan
DOI:
https://doi.org/10.37638/sengkuni.6.1.1-10Keywords:
komunikasi efektif, kesetaraan gender, layanan publicAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi efektif berbasis gender dalam interaksi layanan publik di Kantor Camat Solok Selatan. Layanan publik yang responsif terhadap kesetaraan gender menjadi elemen penting dalam mewujudkan pelayanan yang adil, inklusif, dan berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aparatur telah menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam berinteraksi dengan masyarakat, penerapan komunikasi yang sensitif gender masih belum optimal. Perbedaan pendekatan komunikasi terhadap pengguna layanan laki-laki dan perempuan masih ditemukan, yang mencerminkan adanya bias tidak sadar. Selain itu, belum tersedianya pelatihan formal dan pedoman teknis mengenai komunikasi berbasis gender menjadi kendala utama. Temuan ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan komunikasi inklusif, penyusunan SOP berbasis gender, serta evaluasi layanan yang mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan pengguna dari perspektif gender.
References
Berlo, D. K. (1960). The Process of Communication. New York: Holt, Rinehart, and Winston.
Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Connell, R. W. (2009). Gender: In World Perspective. Polity Press.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Dwiyanto, A. (2006). Mewujudkan Good Governance melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Denhardt, J.V. & Denhardt, R.B. (2003). The New Public Service: Serving, Not Steering. M.E. Sharpe.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fakih, M. (2012). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Holmes, J., & Stubbe, M. (2015). Power and Politeness in the Workplace: A Sociolinguistic Analysis of Talk at Work. Routledge.
Irawati, L. (2018). Kesadaran Gender Aparatur Sipil Negara dalam Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Negara, 14(2), 99–111.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). (2021). Pedoman Pelayanan Publik Responsif Gender. Jakarta.
Suryani, R. (2019). Literasi Gender dan Pelayanan Publik di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 23(1), 55–70.
UNESCO. (2017). Gender Sensitive Communication Toolkit. Paris: UNESCO.
UN Women. (2020). Gender Equality and Women’s Empowerment in Public Administration. New York: UN Women.
Holmes, J. (2013). Gendered Talk at Work: Constructing Social Identity Through Workplace Interaction. Wiley-Blackwell.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Theories of Human Communication (10th ed.). Waveland Press.
Eagly, A. H., & Carli, L. L. (2007). Through the Labyrinth: The Truth About How Women Become Leaders. Harvard Business Review Press.
UN Women. (2020). Toolkit for Gender-Responsive Public Services. New York: United Nations.
Suryani, R. (2019). Literasi Gender dan Pelayanan Publik di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 23(1), 55–70.
Geertz, C. (1983). Local Knowledge: Further Essays in Interpretive Anthropology. Basic Books.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Pedoman Pelayanan Publik Responsif Gender. Jakarta: KemenPPPA.
Fakih, M. (2012). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ibrahim, S. (2021). Komunikasi Sensitif Gender dalam Administrasi Publik. Jurnal Administrasi Publik, 18(1), 23–33.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Grunig, J. E. (2001). Two-Way Symmetrical Public Relations: Past, Present, and Future. In Heath, R. L. (Ed.), Handbook of Public Relations. Sage Publications.
Holmes, J. (2006). Gendered Talk at Work: Constructing Gender Identity through Workplace Discourse. Blackwell Publishing.
Mulyana, D. (2010). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Radel, L. (2015). Gender and Communication in Public Service Settings. Journal of Public Affairs, 15(3), 203–215.
Siregar, E. & Dewi, K. (2017). Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Negara, 23(2), 157–169.
Tannen, D. (1990). You Just Don’t Understand: Women and Men in Conversation. New York: William Morrow and Company.
Zaremba, A. J. (2010). Organizational Communication: Foundations for Business and Collaboration. Oxford University Press.
Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.
Permenpan-RB No. 25 Tahun 2004 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
Tannen, D. (1990). You Just Don’t Understand: Women and Men in Conversation. New York: William Morrow.
Siregar, E., & Dewi, K. (2017). Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Negara, 23(2), 157–169.











