Juridical Review Of Business Permits For Community Forest Utilization (Iuphkm) For The Hkm Kibuk Group

Authors

  • Mastriati Hini Hermala Dewi Institut Teknologi dan Bisnis Lembah Dempo
  • Herma Diana Institut Teknologi dan Bisnis Lembah Dempo

DOI:

https://doi.org/10.37638/bima.5.1.33-42

Keywords:

Juridical Overview, Promotion Strategy, One Price

Abstract

Purpose: The study aims to explore the formation and environmental conditions of the Kibuk 94 Social Community Forestry (HKM) established in 2017 in Ahung Lawangan Village, South Sumatra Province. Methodology: This research analyzes the decree from the Ministry of Environment and Forestry, along with geographic and climatic data specific to the HKM area. Results: The Kibuk 94 HKM spans 400 hectares in a protected forest area with Andosol soil, located at 1,800 meters above sea level. It experiences high rainfall and humidity, with coffee (Arabica) and avocado being the primary crops. Findings: The topography is sloping and wavy, making it suitable for the designated crops, given the climatic conditions of 2,500-3,000 mm annual rainfall, 60%-85% humidity, and temperatures between 15°C-26°C. Novelty: This study highlights the unique integration of community forestry with environmental conservation under specific legal frameworks. Originality: The research provides an in-depth analysis of HKM's topography, soil, and climate, emphasizing its suitability for sustainable agriculture. Conclusions: The Kibuk 94 HKM showcases a successful model of community forestry in challenging topographical and climatic conditions, promoting sustainable agricultural practices. Type of Paper: Comprehensive Review Paper

References

Abdul Kadir Muhamad. (2004). Hukum Dan Penelitian Hukum. Bandung: Citra Aditia.

Ali Hasan. (2010). Marketing Bank Syariah. Bogor: Ghalia Indonesia.

Arif Yusuf Hamali. (2016). Pemahaman Strategi Bisnis & Kewirausahaan. Jakarta: Prenada Media Group.

Budi Untung. (2012). Hukum Dan Etika Bisnis. Yogyakarta: Andi.

Elsi Kartika Sari, dkk. (2008). Hukum Dalam Ekonomi. Jakarta:

Gramedia Widiasarana Indonesia.

Kasmir. (2006). Kewirausahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Citra Aditya. (1990). Pengaturan Hukum Lingkungan Indonesia. Bandung: Citra Aditya.

Arief Barda Nawawi. (1996). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Emil Salim. (1981). Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Mutiara.

Fuad Amsyari. (1981). Prinsip-Prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Fuad Soemarwoto. (1991). Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djembatan.

Syamsul Arifin. (2012). Hukum Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia. Jakarta: PT. Sofmedia.

Marhaeni Ria Siombo. (2012). Hukum Lingkungan dan Pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pusta Utama.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2005). Edisi Ketiga. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka.

Muhamad Erwin. (2008). Hukum Lingkungan dalam Sistem Kebijaksanaan Pembangunan Lingkungan Hidup. Bandung: PT. Refika Aditama.

Koesnadi Harjasoemantri. (2000). Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Syamsudin. Operasional Penelitian Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suparto Wijoyo. (2003). Penyelesaian Sengketa Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press.

Siti Sundari Rangkuti. (2005). Hukum Lingkungan dan Kebijaksanaan Lingkungan Nasional. Surabaya: Airlangga University Press.

Sukanda Husin. (2009). Hukum Lingkungan di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Syahrul Machmud. (2012). Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945)

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

Peraturan Walikota Pagaralam Nomor 19 Tahun 2010 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) di Kota Pagaralam.

Keputusan Walikota Pagaralam Nomor 125 Tahun 2012 tentang Izin Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) kepada PTPN VII (Persero) Unit Usaha Pagaralam.

Keputusan Walikota Pagaralam Nomor 146 Tahun 2012 tentang Izin Pembuangan Limbah Cair kepada PTPN VII (Persero) Unit Usaha Pagaralam.

Surat Edaran Walikota Pagaralam Nomor 660/244/BPLH/PP-I/VI/2012 tanggal 3 Juli 2012 tentang Penyusunan AMDAL, UKL-UPL, SPPL, dan Izin.

SK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 5756/MENLKH-PSKL/PKPS/PSL 0/10/2017 tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan Kepada Kelompok Tani Kibuk Seluas 400 Hektare di Kawasan Hutan Lindung di Kelurahan Ahung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan.

Downloads

Published

2024-06-30

Issue

Section

Reasearch Paper