Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang
DOI:
https://doi.org/10.37638/anjani.v2i2.566Abstract
Latar Belakang Gizi kurang pada balita memiliki dampak gagal tumbuh, yang membuat terhambatnya pertumbuhan fisik sehingga anak tumbuh kecil dan pendek. Penurunan IQ, yang menyebabkan gangguan kecerdasan (fungsi kognitif) sehingga membuat rendahnya kemampuan belajar yang berisiko mengakibatkan kegagalan pembelajaran. Berdasarkan data Provinsi Lampung tahun 2015 balita gizi kurang di Kabupaten Lampung Timur sebesar 12,3%. Data dari Puskesmas Pugung Rahadjo, diketahui bahwa tahun 2019 balita yang masuk dalam kategori gizi buruk sebanyak 17 orang, dan gizi kurang 57 balita. salah satu usaha untuk dapat meningkatkan berat badan balita adalah dengan dilakukan pijat tui na.
Tujuan penelitian Diketahui pengaruh pijat tui na terhadap peningkatan berat badan pada balita Gizi Kurang di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur tahun 2020.
Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen. .Populasi sebanyak 57, sampel sebanyak 20 dengan teknik purposive sampling.Pangambilan data dengan lembar observasi.Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t). Variabel dalam penelitian ini adalah balita usia 1-5 tahun yg dilakukan pijat tui na untuk mengetahui kenaikan berat badan pada balita.
Hasil Penelitian diperoleh berat badan balita sebelum dilakukan pijat Tui Na adalah 10,6 kg, setelah dilakukan pijat Tui Na, diperoleh 11,6 kg. Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05)
Kesimpulan pijat tui na efektif untuk meningkatkan berat badan pada balita terjadi peningkatan berat badan balita sebesar 1,03 kilogram.
SaranPetugas kesehatan dapat memberikan edukasi dan demonstrasi tentang pijat tuina kepada seluruh orang tua yang mempunyai balita dengan gizi kurang
Kata Kunci :
Balita, Pijat Tui Na, Berat Badan
Background Undernutrition in children under five has an impact on failure to thrive, which makes physical growth stunted so that children grow small and short. - Decrease in IQ, which causes impaired intelligence (cognitive function) which results in low learning ability which results in learning failure, Based on data from the Province of Lampung in 2015 malnutrition malnutrition in East Lampung Regency by 12.3%. Based on data from Pugung Rahadjo Health Center, it is known that in 2019 there were 17 toddlers in the malnutrition category, and 57 under-five under nutrition. One of the efforts to increase the weight of toddlers is by doing tui na massage.
Purpose It is known that the effect of tui na massage on weight gain in malnourished toddlers in the working area of Pugung Raharjo Inpatient Health Center, Sekampung Udik District, East Lampung Regency in 2020.
Methods This type of quantitative research with a quasi-experimental design.Subjects in toddler research to be carried out by Tuina Massage, the object in the study was toddlers. The variables in this study were tuina massage and toddler weight gain. Population of 57, sample of 20 sampling techniques with purposive sampling.Retrieval of data with observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (t test).
The results showed that the toddler's body weight before the Tui Na massage was 10,6 kg, after the Tui Na massage, it was obtained 11,6 kg. Statistical test results obtained p-value = 0,000 (p-value <α = 0.05)
Coclusion Tuina Massage is was an increase in underfive weight of 1,03 kilograms.
Suggestion Health workers Can provide education and demonstrations about tuina massage to all parents who have toddlers with malnutrition
Keywords :
Toddler, Tui Na Massage, Body Weight
References
Adiningsih, S. (2010). Waspada Gizi Balita Anda. Jakarta : PT. Elex Media.
Arikunto, S. (2013).Prosedur Penelitian Satuan Pendidikan Praktek. Jakarta: Renaka.
Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta : EGC.
Asih, Y., & Mugiati, M. (2018). Pijat Tuna Efektif dalam Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak Balita. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(1), 98-103.
Depkes RI. (2010). Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang. Jakarta: UKK tumbuh Kembang.
Dewi, Vivian Nanny Lia. (2010). Asuhan Neonatus bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2016.Lampung.
Kemenkes RI (2018). Riset Kesehatan Dasar tahun 2018.Jakarta : Departemen Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2015) RencanaStrategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019. Jakarta : Departemen KesehatanRI
Kemenkes RI. (2018). Buku Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2017.
Manggiasih. (2016). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Neonatus Bayi, Balita Dan Anak Pra Sekolah. Jakarta : CV. Trans Info Media.
Marimbi, Hanum, (2010) Tumbuh Kembang, Status Gizi dan Imunisasi DasarPada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.
Munjidah, A. (2015). Efektifitas Pijat Tui Na Dalam Mengatasi Kesulitan Makan Pada Balita Di RW 02 Kelurahan Wonokromo Surabaya. Journal of Health Sciences, 8(2).
Rasnuari dkk. (2018). Aplikasi Komplementer dalam Siklus Kehidupan Pada Remaja. https://id.scribd.com/document/435477391/APLIKASI-KOMPLEMENTER-PADA-REMAJA-KLP-5-docx
Riyanto, A. (2016). Aplikasi metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika
Soeltansyah Hilfan. (2016). Tingkatkan Nafsu Makan Anak dengan Pijat Tuina. https://hilfan.staff.telkomuniversity.ac.id/tingkatkan-nafsu-makan-anak-pijat-tuina/ diakses pada tanggal 15 Februari 2020.
Soetjiningsih.(2013). Tumbuh Kembang Anak.Jakarta: EGC
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukanta, P. Okta. 2010. Akupressur & Minuman untuk Mengatasi Gangguan Kesehatan Reproduksi. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.
Sukanta. (2017). Terapi pijat tangan. Jakarta : Niaga Swadaya.
Sulistyawati, A. (2012). Deteksi Tumbuh Kembang anak. Salemba Medika: Jakarta
Supariasa, I D. (2012). Penilaian Status Gizi. Jakarta. Penerbit Buku. Kedokteran EGC.
Susilaningrum, R. Nursalam & Utami, S. (2013). Asuhan keperawatan bayi dan anak. Jakarta: Salemba Medika.
Swarjana, I Ketut. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi Revisi.
Wahningrum, D. A. (2017). Efektifitas Pijat Tui Na Dalam Meningkatkan Nafsu Makan Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Bpm Ma’rifatun M. S Puring (Doctoral Dissertation, Stikes Muhammadiyah Gombong).
Widjaja. (2016). Kurapuntur : menyembuhkan penyakit dengan akupuntur perut. Jakarta : Agro Media Pustaka.
Wijayanti, T., & Sulistiani, A. (2019). Efektifitas Pijat Tui Na Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Usia 1–2 Tahun. Jurnal Kebidanan Indonesia: Journal of Indonesia Midwifery, 10(2), 60-65.
Wong, M. Ferry. (2011). Panduan Lengkap Pijat. Jakarta: Penebar plus.
Yuni Mutia, S. (2019). Pengaruh Pijat Tui Na Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Balita di Pendidikan Anak Usia Dini Aisyiyah dan Pendidikan Anak Usia Dini Tumaninah Yassin Metro Pusat Tahun 2019 (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).






