Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus)
DOI:
https://doi.org/10.37638/sinta.4.1.93-104Abstract
Ikan Lele sangkuriang (Clarias gariepinus) termasuk ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan mudah dibudidayakan. Permasalahan utama dalam budidaya ikan yang sering ditemukan adalah serangan penyakit. Walaupun ikan lele memiliki ketahanan tubuh tinggi terhadap penyakit dan mampu beradaptasi di lingkungan dengan berbagai kondisi, bukan berarti ikan lele tidak akan terserang hama dan penyakit. Beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengunakan bahan alami salah satunya adalah temulawak. Temulawak mengandung zat aktif berupa bahan kimia diantaranya flavonoid, antorrizol, kurkuminoid yang didalamnya terdapat zat kuning (kurkumin) dan desmetoksi kurkumin, minyak atsiri, protein, lemak, selulosa dan mineral. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2018 berlokasi di kelurahan Gunung Alam, Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu (P0) : Tidak diberikan ekstrak temulawak, Perlakuan (P1) : Diberikan dosis ekstrak temulawak 2 ml/unit, Perlakuan (P2) : Diberikan dosis ekstrak temulawak 4 ml/unit, Perlakuan (P3) : Diberikan dosis ekstrak temulawak 6 ml/unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Dosis ekstrak temulawak berpengaruh sangat nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan lele sangkuriang (Clarias graepinus) terbaik pada perlakuan P3 (Dosis ekstrak 6 ml) sebesar 84% dan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 17 gram.
References
Achmad, R. (2004). Kimia Lingkungan. Yogyakarta
Aminah, Slamet Budi Prayitno, Sarjito. (2014). Pengaruh Perendaman Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Cattapa) Terhadap Kelulushidupan Dan Histologi Hati Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila.Journal Of Aquaculture Management And Technology 3 (4) : 118-125
Asniatih, M. Idris, K. Sabilu. (2013). Studi Histopalogi Pada Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var) Yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophilla. Jurnal Mina Laut Indonesia 3(12): 13-21
Effendie, et al. (2002). Perkembangan Enzim Pencernaan Larva Ikan Patin, Pangasius hypothalamus IPB. Bogor. Jurnal Akuakultur Indonesia. (1): 13-20.
Dianna Rossyta p. (2014). Aplikasi Effective Microorganism 10 (EM) Untuk Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang Di Kolam Budidaya Lele Jombang Tangerang. Skripsi. Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Galih Permana P, Mulyana1 dan Fia Sri M. (2015). Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Terhadap Mortalitas Dan Gambaran Darah Benih Ikan Nilem (Osteochilus Hasselti) Dengan Uji Tantang Menggunakan Bakteri Aeromonas Hydrophila. Skripsi. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor
Hendriana, Andri. (2014). Pembesaran Lele Kolam Terpal. Penebar Swadaya. Jakarta Timur
Heni Purwati, Herliwati d an Indira Fitriliyani. (2015). Pengaruh Penambahan Vitamin C Dan EkstrakTemulawak Pada Pakan Komersil Terhadap Pertumbuhan Post Larva Ikan Papuyu (Anabas Testudineus Bloch). Jurnal Fish Scientiace 5 (10) : 60
Imron Ali, Sudaryono A, Harwanto D. (2014). Pengaruh Rasio C/N Berbeda Terhadap Rasio Konversi Pakan Dan Pertumbuhan Benih Lele (Clarias Sp) Dalam Media Bioflok. Journal Of Aquaculture Management And Technology 3 (3) : 17-25
Insulistyowati, Lisna (2015). Potensi Mikroba Probiotik _Fm Dalam Meningkatkan Kualitas Air Kolam Dan Laju Pertumbuhan Benih Lele Dumbo (Clarias sp). Juranal Universitas Jambi Seri Sains. 1(2) : 12-18
Irvan, H. (2013). Aktivitas Anti Mikrobia Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb) Terhadap Pertumbuhan Mikrobia Perusak Ikan Dalam Sistem Emulsi Tween 80. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal 6-14
Khairuman, Khairul Amri . (2014). Panen Rupiah Dari Budidaya Lele.Jakarta : Erlangga. Hal 46–47
Kurniawan S, Budi Prayitno, Sarjito, Angela Mariana L. (2013). Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L) Terhadap Profil Darah Dan Kelulusan hidup Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus Var) Yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila. Journal Of Aquaculture Management And Technology 622 (4) : 50-62
Nur Insan dan Farhanah Wahyu. (2015). Subtitusi Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorhiza ROXB) Pada Pakan Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian Universitas Muhammdiyah Makassar 4 (2)
Rahardjo M. (2010). Penerapan SOP Budidaya Untuk Mendukung Temulawak Sebagai Bahan Baku Obat Potensial. Prospektif. (9) : 78-93.
Rahmi, Nur Insana Salam dan Nur Qadri. (2016) .Subtitusi Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Sp) Pada Pakan Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus).Jurnal Ilmu Perikanan 5 (1) : 443-445
Rosmawati dan Muarif. (2015). Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias Sp.) Pada Sistem Resirkulasi Dengan Kepadatan Berbeda. Fakultas Agribisnis dan Teknologi Pangan, Universitas Djuanda. 13 (2) : 1-8
Samsuardi, S. (2006). Pengujian Ekstrak Temulawak Dan Kunyit Terhadap Resistensi Bakteri Aeromonas Hydrophilla Yang Menyerang Ikan Mas (Cyprinus Carpio). Fakultas Peternakan dan Perikanan. Jurusan Perikanan. Universitas Muhammadiyah Malang. GAMMA 2 (1) : 71-83















