Penerapan Teknologi Pengendalian Terpadu untuk Penyakit Tanaman Hortikultura di Desa Tapak Gedung, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.37638/padamunegeri.v6i2.1959Abstract
Permasalahan utama budidaya hortikultura di Desa Tapak Gedung, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu adalah tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida sintetis serta rendahnya kemampuan petani dalam mendiagnosis penyakit tanaman secara tepat. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya produksi, risiko kesehatan, serta potensi kerusakan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam diagnosis awal penyakit tanaman hortikultura serta penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit terpadu berbasis agens hayati. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan pembuatan demplot budidaya bawang merah dengan aplikasi agens antagonis Trichoderma sp. dan Streptomyces sp. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta keberhasilan demplot. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani mengenai perbedaan penyakit biotik dan abiotik, kemampuan petani dalam memperbanyak dan mengaplikasikan agens hayati, serta keberhasilan penerapan pengendalian hama dan penyakit terpadu pada demplot bawang merah dengan hasil panen yang sehat dan baik. Kegiatan ini berkontribusi pada penerapan pertanian hortikultura berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berbasis hasil riset perguruan tinggi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yenny Sariasih, Hendri Bustamam, Mimi Sutrawati, Dewi Handayani, Alimansyah Alimansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









